Sejarah Pertamina (BUMN) dari masa ke masa

Sabtu, 17 Desember 2016

Sejarah Pertamina (BUMN) dari masa ke masa - Pertamina adalah Perusahaan minyak dan gas negara yang didirikan pada tahun 1957 dengan nama Permina tetapi berubah nama menjadi Pertamina setelah bergabung dengan Pertamin pada tahun 1968. Pertamina menjadi sumber besar pendapatan bagi pemerintah Orde Baru Presiden Soeharto pada tahun 1970, sehingga memungkinkan investasi besar di negara infrastruktur dan program penanggulangan kemiskinan yang sukses. Salah urus dan korupsi, namun, hampir menyebabkan kebangkrutan pada tahun 1975.

Pertamina


Perusahaan PT Pertamina memproduksi banyak komoditas seperti bahan bakar, minyak tanah, LPG, LNG, dan petrokimia. Ini adalah produsen minyak mentah terbesar kedua di Indonesia setelah Chevron Pacific Indonesia (yang merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Amerika Chevron, salah satu perusahaan terkemuka energi terintegrasi di dunia). Saat ini, Pertamina memiliki enam kilang minyak di Indonesia yang memiliki kapasitas produksi gabungan dari satu juta barel minyak per hari (bph).

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan adalah perusahaan milik negara yang sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia dan dengan demikian tidak berdagang saham di bursa Indonesia (BEI).

Untuk kegiatan hulu (baik nasional maupun internasional) Pertamina melakukan operasi sendiri atau terlibat dalam kemitraan dalam bentuk operasi bersama dengan Badan Operasi Bersama (JOB), Kontrak Operasi Bersama (JOC) dan Kontrak Bantuan Teknis (TAC). Selain eksplorasi, produksi dan transmisi minyak dan gas, Pertamina juga semakin menekan di Indonesia coalbed methane dan panas bumi potensial. Untuk alasan ini perusahaan mengubah deskripsi bisnis inti dari 'perusahaan minyak dan gas' ke 'perusahaan energi'.

Penurunan produksi minyak Indonesia dalam beberapa tahun terakhir juga tercermin dalam kinerja Pertamina. Walaupun perusahaan - melalui anak usahanya Pertamina EP - mengelola lebih dari 141.000 kilometer persegi konsesi ladang minyak dan gas di seluruh negeri, rasio produksi per kilometer persegi adalah rendah dibandingkan dengan perusahaan minyak lain yang aktif di Indonesia, menunjukkan Pertamina tidak optimal memanfaatkan cadangan minyak.

Untuk membangun kembali namanya sebagai (global) berpengaruh pemain minyak & gas, Pertamina telah bergeser fokusnya untuk merangsang pertumbuhan melalui belanja modal yang besar selama bertahun-tahun ke depan. Perusahaan berusaha untuk memperoleh hak eksplorasi blok minyak di luar negeri baru di Timur Tengah, Thailand, Burma dan Vietnam (sudah memiliki blok di Sudan, Qatar, Irak, Malaysia, Australia dan Libya) serta untuk meningkatkan produksi nya dalam negeri blok minyak dengan menggunakan teknologi yang lebih canggih dan dengan mengakuisisi blok baru atau yang sudah ada. Pada tahun 2009, 

Demikianlah informasi Sejarah Pertamina (BUMN) dari masa ke masa, seagai tambahan Pertamina membeli saham BP di lepas pantai Utara Jawa Barat (ONWJ) dan pada tahun 2011 Pertamina dianugerahi West Madura blok lepas pantai di Jawa Timur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. Kaos.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper. Powered by Blogger.
Creative Commons License